Take Dake

Take Dake

 

Racun ini mulai diperkenalkan lagi setelah sekian lammma ditinggalkan. Gara-garanya bang ZH meracuni dengan amplifier tabung murah meriah tapi tidak payah, jadilah sekarang hunting CD-CD audhiophile serta CD-CD lama yang ditaruh di lemari. Mendengarkan musik atau nyanyian merdu sehabis berpayah payah sungguh merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Walaupun awal pertama memperkenalkan ke anak-anak, masih diketawain dengan cap JADUL dan musik enggak jelas,,,,tapi lama-lama karena akhirnya mendengarkan juga, tidak terasa akhirnya mereka menikmati juga.

 

Saya mulai dengan musik yang membawa mereka ke kecintaan terhadap musik, tanpa kata alias instrumental, saya pilih Take Dake dari Neptune.

Take Dake

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Take Dake. Alias Musik Bambu. Instrument-instrument pendukung semuanya terbuat dari bambu, suling, gendang, perkusi, drum set, conga, bambass,,,hampir semua. Pemainnya, sayangnya kebanyakan malah orang Jepang, membawa alat musik ini ke suatu dunia alunan musik Asia. Ada musik Jepang, Korea, Vietnam, Malaysia, Indonesia dengan angklung dan gending Jawanya.

 

Apa yang beda? Kedalaman dan keluasan bunyi membawa musik yang dilantunkan menjadi enak di dengar, tanpa harus hingar bingar. Salah satu judul – Java malah terkesan sangat Sunda, jadi inget di pinggir sawah sedang makan di Sindang Reret.. J.

Kesimpulannya? Sepertinya menjadi keharusan untuk punya supaya bisa menikmati kehangatan dan kenyamanan ’saung’ di tengah rumah….Satu yang perlu di ingat,,,, hati-hati keracunan…..Saya sudah mengalaminya.

 

Tondano Bee

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *