Kebiasaan-kebiasaan Makan yang Dianjurkan (3)

Kebiasaan-kebiasaan Makan yang Dianjurkan (3)
Hiromi Shinya, MD

Minumlah Suplemen Secukupnya

Mengkonsumsi makanan alami yang seimbang dan tersinkronisasi  dengan bioritme masing-masing sangatlah penting. Beberapa penelitian menunjukan bahwa penambahan suplemen nutrisi mikro dapat meminimalkan timbulnya penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperbaiki tingkat penyembuhan kanker, penyakit jantung, dan penyakit-penyakit kronis. Kerja sama seluruh nutrisi inilah yang menjaga kesehatan kita. Mengkonsumsi dua atau tiga nutrisi dengan beberapa vitamin dan mineral sementara meniadakan atau meminimalisasi sebagian yang lain menyebabkan penjagaan kesehatan yang prima atau pencegahan penyakit dan proses penuaan menjadi tidak mungkin. Konsumsi satu vitamin atau mineral tertentu dari nutrisi-nutrisi esensial dalam dosis tinggi mungkin efektif bagi sebagian orang, tetapi tidak sehat bagi yang lain.

Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, seperti A, D, E dan K, disimpan dalam hati dan lemak tubuh. Oleh karena itu, tidak perlu ditambah suplemen setiap hari. Vitamin-vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B kompleks dan vitamin C, larut dan cairan tubuh dan dikeluarkan melalui urine; pleh karenannya, asupan harian sangatlah penting, walaupun hanya sejumlah kecil yang diperlukan. (Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak suplemen dapat memberikan pengaruh negatif terhadap sistem kekebalan tubuh kita, meningkatkan radikal bebas, dan meyebabkan perubahan pada lemak yang terdapat dalam hati, jantung, dan ginjal. Walaupun saya menyarankan konsumsi suplemen nutrisi-nutrisi mikro, penemuan-penemuan ini tidak boleh diabaikan, maka saya menyarankan jumlah secukupnya, kesadaran diri, dan sikap hati-hati.)

Gili Trawangan, the most popular island



Vitamin dan Mineral Saling Bekerja Sama

Vitamin adalah bahan organik, mineral adalah bahan anorganik. Nutrisi-nutrisi esensial ini saling melengkapi dalam menjalankan peran mereka. Contohnya, vitamin D membantu penyerapan kalsium. Vitamin C bekerja untuk menyerap zat besi; zat besi mempercepat metabolisme kelompok vitamin B; tembaga menstimulasi aktivasi vitamin C, dan magnesium diperlukan untuk metabolisme vitamin C. Fungsi terpadu nutrisi-nutrisi mikro sangatlah luas, tetapi pengetahuan kita mengenai proses-proses tersebut pada saat ini masih terbatas.

Mineral Memperkuat Enzim Anda

Mineral diperlukan untuk menjaga kesehatan. Termasuk diantaranya:

– Kaslium
– magnesium
– fosfor
– kalium
– sulfur
– tembaga
– seng
– zat besi
– brom
– selenium
– yodium
– molibdenum

Dalam pencegahan penyakit, hipertensi, osteoporosis, dan kanker, mineral memainkan peran yang sama pentingnya dengan vitamin. Mineral bekeraja secara sinergis dengan vitamin dan enzim, begitu pula sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas. Asupan mineral dalam jumlah besar setiap hari biasanya tidak dianjurkan, tetapi kekurangan mineral dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Mineral memperkuat imunitas dan penyembuhan serta mendorong faktor enzim tubuh anda.

Sementara vitamin terdapat dalam makanan hidup seperti tumbuhan dan hewan, mineral terdapat dalam tanah, air, dan laut (sebagai garam organik maupun anorganik). Kandungan mineral dalam makanan bergantung pada tempat makanan tersebut ditanam, juga kualitas tanah dapat berubah atau hancur akibat hujan asam atau pupuk kimia. Mineral dari sayuran, biji-bijian, dan sereal dapat dengan mudah hilang dan proses penggilingan gabah merusak sebagian besar mineral. Hal ini menyebabkan sulitnya mendapatkan kadar seimbang mineral-mineral yang dibutuhkan dari asupan makanan kita sehari-hari. Defisiensi mineral secara laten ditunjukkan dalam bentuk penurunan vitalitas, kurangnya perhatian, iritabilitas, kelebihan berat badan, dan berbagai kondisi tidak sehat lainnya.

Mineral larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine dan keringat. Konsumsi mineral tubuh dapat bervariasi dari hari ke hari, bergantung pada aktivitas mental dan fisik kita, stres, olahraga, menstruasi, kehamilan, atau usia kronologis. Beberapa obat tertentu menyebabkan cepat berkembangnya defisiensi mineral. Obat deuritik, kontrasepsi oral, obat pencahar, alkohol, dan merokok mempercepat ekskresi atau hancurnya kalsium, zat besi, magnesium, seng dan kalium.

Hiperaktivitas pada Anak Mungkin Sesungguhnya Adalah Defisiensi Kalsium

Penelitian beberapa tahun belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak-anak yang memilki rentan perhatian pendek yang cenderung mengalami ledakan-ledakan kemarahan. Makanan dan nutrisi dapat menimbulkan dampak yang besar pada tingkah laku anak dan kemampuanya untuk beradaptasi secara sosial. Ada kecenderungan yang semakin besar bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah untuk mengkonsumsi makanan olahan dalam jumlah besar. Tidak hanya mengandung berbagai zat tambahan, makanan olehan juga cenderung menyebabkan tubuh bersifat asam. Protein hewani dan gula juga semakin banyak dikonsumsi, sementara sayuran sering dihindari. Protein hewani dan gula membutuhkan lebih banyak kalsium dan magnesium sehingga menyebabkan defisiensi kalsium. Defisiensi kalsium mengganggu sistem saraf dan ikut menjadi penyebab kegelisahan dan iritabilitas (sifat lekas marah).

Berbahaya, Mengkonsumsi kalsium Berlebihan Setelah Usia Paruh Baya

Kalsium mencegah kanker, menangkal stres, mengurangi kelelahan, menurunkan kolesterol, dan mencegah osteoporosis, tetapi konsumsi kalsium yang melebihi kebutuhan sehari-hari untuk memperbaiki defisiensi sebenarnya berbahaya. Saya telah menjelaskan bahwa produk susu bukanlah cara yang dapat diterima untuk meningkatkan asupan kalsium. Salah satu penanganannya adalah dengan mengkonsuimsi suplemen vitamin D aktif dan kalsium. Vitamin D mempermudah penyerapan kalsium dalam usus kecil dan menstimulasi pembentukan tulang. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan konstipasi, mual, hilangnya nafsu makan dan kembung. Jika dikonsumsi sebelum makan, kalsium menyebabkan penipisan asam lambung sehingga mendorong ketidakseimbangan bakteri usus dan sulitnya penyerapan zat besio, seng dan magnesium. Jika Anda perlu suplemen kalsium, asupan harian yang dianjurkan adalah 800 hingga 1.500mg, yang dikonsumi dalam 3 dosis, masing-masing 250 hingga 500mg sesudah makan. Keseimbangan kalsium dengan mineral-mineral dan vitamin lain merupakan komponen yang sangat penting untuk kesehatan.

Magnesium Mengaktivasi Beratus-ratus Macam Enzim dan Merupakan Obat Migrain dan Diabetes

Magnesium adalah mineral yang penting dan dalam jumlah yang banyak dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Defisensi magnesium dintunjukkan dalam bentuk iritabilitas, rasa gelisah, depresi, pusing, otot lemas, kejang otot, penyakit jantung, dan hipertensi. Sebuah penelitian baru-baru ini di Jerman menunjukkan bahwa para pasien yang mengalami serangan jantung memilki kadar magnesium rendah. Sbuah penelitian di Amerika melaporkan bahwa 65% pasien migrain yang diuji mendapati gejala migrainya hilang total setelah mengkonsumsi 100-100mg magnesium. Kadar magnesium yang rendah melemahkan toleransi terhaap glukosa. Oleh karena itu, menangani diabtetes menjadi lebih mudah jika kadar magnesium yang sesuai terus dipertahankan.

Keseimbangan Antara natrium dan Kalium Adalah Syarat untuk Hidup

Natrium (sodium) lebih dikenal sebagai garam. Mineral ini bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan, baik di dalam maupun di luar sel-sel tubuh. Natrium menjaga pH (kadar asam/basa) yang benar didalam darah dan merupakan unsur tak tergantikan agar fungsi asam lambung, otot, dan sistem saraf bekerja lancar.

Natrium tersedia banyak terdapat dalam kehidupan, tetapi defisiensi dapat dengan mudah bermula dari penggunaan obat pencahar dalam jumlah besar dan diare berkepanjangan, atau olahraga atau aktivitas yang menguras tenaga, terutama saat udara panas. Keseimbangan antara natrium dan kalium adalah syarat untuk hidup. Keseimbangan antara natrium dan kalium mempengaruhi pertukaran cairan di dalam dan di luar sel. Natrium biasanya terdapat di luar sel. Jika kadar kalium dalam cairan di dalam sel rendah, natrium, bersama cairan, membanjir masuk ke sel tersebut dan menyebabkannya membengkak. Membesarnya ukuran sel menyebabkan tekanan pada pembuluh darah vena sehingga mempersempit diameter pembuluh darah tersebut dan menjadi sebuah faktor dalam hipertensi. Rasio Natrium berbanding kalium idealnya adalah satu banding satu, tetapi banyak makanan olahan yang mengandung natrium, dan natrium dapat terkonsumsi secara berlebihan tanpa sepengetahuan kita.

Dengan cukup mengkonsumsi sayuran dan cairan yang terdapat dalam sayuran, kalium pun tersedia untuk memperbaiki keseimbangan dengan jumlah natrium yang ada.

Sedikit Mineral Mikro Bekerja secara Sinergis dengan Vitamin, Mineral, dan Enzim

Mineral mikro sangatlah penting untuk menopang hidup kita. Jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit, tetapi kegunaannya tidak dapat diabaikan. Meraka menopang keseimbangan dan harmoni fungsi-fungsi dalam tubuh kita. Setelah diserap melalui usus, mineral-mineral ini diangkut melalui sistem peredaran darah menuju sel-sel, dan masuk melalui selaput sel. Fakta paling penting untuk diingat adalah asupan mineral-mineral ini harus sangat seimbang. Satu atau dua mineral mikro ini dalam jumlah besar akan mengakibatkan hilangnya mineral-mineral yang lain dan (malabsorpsi) kegagalan penyerapan. Oleh karena itu, yang terbaik adalah mendapatkan mineral-mineral mikro ini dari makanan dan bukan dari suplemen. Garam laut dan sayuran laut adalah sumber yang baik.

  • Boran: penting untuk penyerapan kalsium dan pemeliharaan gigi dan tulang.
  • Tembaga: membangun tulang, hemoglobin, dan sel-sel darah merah; membangun elastin dan kolagen; menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kolesterol HDL (Tembaga yang berlebihan telah ditemukan pada para pasien penderita tumor berbahaya terutama pada saluran pencernaan, paru-paru, dan payudara. Oleh karena itu, mungkin ada keterkaitan dengan timbulnya kanker.)
  • Seng: memainkan peran dalam produksi insulin;membantu metabolisme karbohidrat, menghasilan protein, dan menyerap vitamin, terutama B, dari saluran pencernaan; menjaga funsi prostat dan mendukung kesehatan reproduksi pria.
  • Zat besi: komponen inti dalam hemoglobin dan memainkan peran dalam funsi enzim, vitamin B kompleks, dan kekebalan terhadap penyakit.
  • Selenium: mencegah produksi radikal bebas jika dikombinasi dengan vitamin E. Ini adalah mineral ajaib yang terdapat dalam sedimen tanah. (Tanah di Cheyenne, Wyoming, AS, mengandung selenium dalam kadar tinggi dibandingkan tanah di Muncee, Indiana. Angka kematian akibat kanker di Cheyenne 25% lebih rendah daripada di Muncee) Penelitian menunjukkan bahwa akibat kurang selenium terjadi peningkatan kasus kanker prostat, pankreas, payudara, indung telur, kulit, paru-paru, kolorektal, dan kandung kemih, juga lukemia.
  • Krom: membantu metabolisme karbohidrat dan protein; membantu metabolisme glukosa untuik mempertahankan kadar gula darah yang tidak menuntut penggunaan insulin berlebihan sehingga mencegah hipoglisemia dan diabetes.
  • Mangan: memetabolisme protein danlemak dan membentuk hormon.
  • Molibdenum: mendukung gigi dan mulut yang sehat.
  • Yodium: penting agar kelenjar tiroid berfungsi normal dan untuk mencegah penyakit gondok.

Hiromi Shinya, MD

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *