Kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir kita melihatnya

Kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir kita melihatnya.  Petunjuk "melihat" gambar terlampir :   Kalau mata kita mengikuti gerakan putaran bulatan warna pink, hanya akan terlihat satu warna, pink. Kalau pandangan mata ke tanda "+" hitam di tengah, makan bulatan yang berputar berubah warnanya ke hijau…    Click untuk membesarkan… Sekarang, konsentrasi ke tanda "+" hitam di tengah-tengah gambar. Dalam waktu yang singkat, pelahan-lahan bulatan pink akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu bulatan hijau yang berputar. Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan hijau, dan bulatan pink sebenarnya juga tidak menghilang. Rasanya cukup membuktikan bahwa kita...

Read More

Memilih Restoran Halal

Memilih Restoran Halal Di Indonesia tidak ada peraturan yang mengharuskan setiap restoran harus menyediakan makanan halal, tidak juga ada keharusan memeriksakan kehalalan makanan yang disajikan restoran tersebut. Seringkali si pengelola restoran mencantumkan label atau tanda halal di restorannya walaupun restoran tersebut belum pernah diperiksa sama sekali oleh yang berwenang (MUI). Bahkan, ada satu restoran Jepang yang telah diperiksa MUI tapi tidak memperoleh sertifikat halal karena dalam pembuatan makanannya masih mengggunakan sake dan mirin (keduanya masuk kedalam golongan khamar), ternyata si restoran tersebut mengiklankan dirinya sebagai restoran halal. Praktek praktek seperti ini jelas sangat merugikan konsumen.   Untuk kasus yang pertama dimana...

Read More

Menyongsong Jamuan Ramadhan

Menyongsong Jamuan Ramadhan Abdullah Gymnastiar  GATRA.com – "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Q.S. Al-Baqarah [2]:183).  SEMOGA Allah memberikan umur kepada kita untuk bisa menikmati jamuan Allah –bulan Ramadhan– yang sangat spektakuler, yang membuat orang-orang putus harapan bisa berharap, dan yang putus asa bisa bangkit. Kalau Saudara begitu banyak mengalami kesulitan, seakan tidak ada lagi harapan, maka Ramadhan adalah saat di mana Allah tidak akan mengecewakan hamba-hamba-Nya. Karena itu, seharusnya kita bersimbah air mata karena kerinduan yang mendalam ingin mendapatkan jaminan Allah SWT.  Ketika seorang dermawan...

Read More

Renungan – Paradoks Zaman

Renungan – Paradoks Zaman   Hidup tidak diukur dengan jumlah hembusan nafas yang kita ambil, tetapi hidup diukur oleh saat-saat terakhir hembusan nafas kita. -George Carlin********************  Paradoks Zaman Paradoks waktu kita saat ini adalah bahwa :  Kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah.  Kita membangun banyak jalan-jalan yang besar, tapi wawasan kita semakin sempit. Kita banyak menghabiskan uang, tapi semakin sedikit apa yang kita punya.  Banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang bisa kita nikmati.   Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita semakin kecil.   Rumah yang semakin nyaman, akan tetapi...

Read More

Sudah Sedemikian Keraskah Hati Ini?

Sudah Sedemikian Keraskah Hati Ini?  Di dalam perjalanan menuju kantor, saya terlelap menikmati sejuknya udara dalam bis. Tak terasa hingga kondektur bis membangunkanku untuk menagih ongkos, dengan mataku yang masih merejap kuulurkan sejumlah uang untuk membayar ongkos bis. Dan … samar mataku menangkap sosok seorang ibu setengah baya berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Tapi, rasa kantuk dan lelah ku mengalahkan niat baik untuk memberikan tempat duduk untuk ibu tersebut.  Turun dari bis, baru lah sisi baik hati ini bergumam, "Andai saya berikan tempat duduk kepada ibu tadi, mungkin pagi hari ini keberkahan bisa kuraih". "Siapa tahu ridha Allah untuk ku di hari ini dari doa dan terima kasih ibu itu jika saja kuberikan tempat dudukku...

Read More

Fungsi Gunung

Fungsi Gunung  Gundukan tanah yang disebut gunung, memiliki kedudukan tersendiri dalam Al-Qur’anul Karim yang diumpamakan sebagai pasak:  ”Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)  Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang keatas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan. Dengan cara ini, mereka (gunung-gunung) memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari teromabng-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Perihal kuatnya cengkeraman gunung, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.  Fungsi pemancangan dari...

Read More