Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin...
When the sun has set, and day is done-I'll break this chain, but only one.By the end of Ramadhan, this whole chain will be all gone!It's time for Eid and lots of fun! ! !
Perasaan minggu pertama bulan puasa tahun ini agak sedikit berbeda. Berbeda dalam artian agak sedikit lebih sepi, atau mungkin saya saja yang tidak melihat lebih jauh keluar sana? Kalau dibandingkan dengan daerah atau di desa dimana saya dulu berada, bulan Puasa adalah bulan dimana anak-anak banyak bermain di luar rumah pada malam hari, orang-tua dan yang muda lebih banyak di masjid, sekarang dari tahun ke tahun menurut pengamatan saya berkurang aktifitasnya. Atau saya saja yang berkurang pengamatan ke luar dari komplek saya sendiri? Wallahu alam bi sawab, mudah-mudahan hanya perasaan saya saja.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1430H
Taqobalallahu minna waminkum taqobbal ya karim. Marhaban ya Ramadhan
Semoga di Bulan Ramadhan kali ini, menjadi Ramadhan yang indah
dimana kita dapat melaksanakan apa yang sudah menjadi perintah-Nya, membaca al-Quran
menegakkan sholat malam sambil selalu bertasbih memuji Allah S.W.T
serta mensucikan diri dengan meningkatkan iman dan taqwa
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah..."ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"