Teman

Teman atau sahabat yang baik adalah teman yang berakhlak mulia, yang menenangkan jiwa, menenteramkan hati, dan, membangkitkan semangat hidup kita. Teman atau sahabat yang buruk adalah teman yang berperangai buruk dan berakhlak tercela. Persahabatan adalah sifat yang mulia dan kebaikan yang utama. Didalam bahasa arab, teman disebut ‘shadiq’ karena di dalam pertemanan atau persahabatan itu harus ada ‘shidq’ yaitu kejujuran (jangan ada dusta diantara teman). Teman juga disebut ‘khalil’ karena cinta seorang teman masuk ke ‘celah-celah’ (khalal) hati, tidak ada celah kecuali diisinya dengan cinta dan kesetiaan.

Firman Allah:
Perhiasan (Az-Zukhruf):67 – Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
Sabda Rasulullah:
“Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ri ra, dari Nabi saw bersabda, ‘Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pande besi. Pembawa minyak wangi, baik akan memberimu minyak wangi atau kamu membeli darinya atau setidaknya kamu mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi kalau tidak membakar pakaianmu setidakny menebarkan bau apek kepadamu. (Muttafaq ‘Alaih)
“Diriwayatkan dari Said Al-Kudri r.a. bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Jangan berteman dengan kecuali dengan orang yang beriman, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa.” (Abu Dawud dan An Nasya’i)
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Orang itu mengikuti agama temannya, maka setiap orang dari kamu hendaklah melihat siapa yang menjadi temannya.” (Abu Dawud dan At-Turmudzi)
Penuturan Para Salafus Shalih.
قال عمر بن الخطاب ر.ع. : وحدة المرء خير من جالس السوء.
Sendirian lebih baik daripada bersama teman yang buruk.

قال عبد الله بن مسعود ر.ع.: ما من شيء أدل على شيء، ولا الذخان على النار، من الصاحب على الصاحب.
Tidak ada sesuatu yang menunjukkan seauatu yang lain, tidak juga asap menunjukkan adanya api, lebih daripada teman menunjukkan teman.

قال جعفر الصادق ر.ع.: لا تفتش على عيب الصديق فتبقى بلا صديق.
Jangan mencari aib temanmu karena dengan begitu kamu tidak akan punya teman.

قال ابن المقفع رحمه الله: ابذل لصديقك دمك ومالك.
Berikan untuk temanmu darahmu, dan hartamu.

قال حاكم: من أدمن زيارة الأصدقاء عدم الإحتشاد عند اللقاء.
Mengunjungi teman terlalu sering menghilangkan keakraban waktu ketemu.

قال بعض الأدباء: يظن بالمرء ما يظن بقرينه.
Nilai seseorang dilihat dari nilai temannya.

abu sittin.@p.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *